Kamis, 04 Februari 2016

Teori Masuknya Agama Hindu-Budha Di Indonesia




Indonesia, negara yang memiliki bermacam suku dan budaya, tentu memiliki sejarah yang panjang dalam masuknya bermacam budaya yang bermacam tersebut. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana terciptanya bermacam budaya yang ada di indonesia. Banyak suku terdahulu yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Namun kita tahu berkembangnya jaman mengakiatkan banyak sekali pengaruh dan keterlibatan orang luar dalam pembentukan agama di indonesia, salah satunya adalah hindu dan budha. Agama yang berasal dari india ini telah memberikan pengaruh besar dalam perkembangan peradaban di indonesia. peninggalan agama ini bahkan berbekas dan dapat kita lihat sampai sekarang. Corak hindu dan budha dapat kita temui di penjuru indonesia mulai dari prasasti peninggalan kerajaan, hingga candi yang besar. Ini membuktikan peradaban indonesia berkembang pesat pada jaman ini. Oleh karena itu merilah kita lihat berberapa teori masuknya agama hindu budha di indonesia cekidot!!

1.Teori Brahmana oleh Jc.Van Leur
Teori Brahmana adalah teori yang menyatakan masuknya Hindu Budha ke Indonesia dibawa oleh Brahmana atau golongan pemuka agama. Teori ini dilandaskan pada prasasti peninggalan kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang hampir semuanya menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Saksekerta. Di India, aksara dan bahasa ini dikuasai oleh golongan Brahmana. Selain itu, teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia karena peran serta golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti ajaran Hindu yang utuh hanya boleh dipahami Brahmana. Pada masa itu, hanya orang Brahmana yang berhak menyebarkan Hindu. Brahmana diundang oleh para kepala suku untuk menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme.

2. Teori Waisya oleh NJ. Krom
Teori Waisya menyatakan bahwa terjadinya penyebaran agama Hindu-Budha di Indonesia adalah peran golongan Waisya (pedagang) yang merupakan golongan terbesar masyarakat India yang berinteraksi dengan nusantara. Dalam teori ini, pedagang India telah memperkenalkan kebudayaan Hindu-Budha pada nusantara ketika mereka melakukan perdagangan. Karena saat itu pelayaran bergantung pada musim angin, maka beberapa waktu mereka akan menetap di Nusantara hingga angin  yang akan membawa mereka ke India berhembus. Selama menetap, para pedagang India  juga melakukan dakwahnya pada masyarakat Indonesia.

3. Teori Ksatria oleh C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens
Dalam teori Ksatria, penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha dilakukan oleh golongan ksatria. Menurut teori ini masuknya Hindu Budha di kepulauan nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan India pada periode yang sama. Seperti awal abad ke 2 Masehi, kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan kekuasaan. Penguasa- dari golongan ksatria di kerajaan yang kalah pada masa itu melarikan diri ke Nusantara. Di Indonesia mereka mendirikan koloni dan kerajaan baru yang bercorak Hindu- Budha. Dalam perkembangannya, mereka menyebarkan ajaran dan budaya  kedua agama tersebut pada masyarakat di nusantara.

4. Teori Arus Balik (Nasional) oleh F.D.K Bosch
Teori arus balik menjelaskan penyebaran Hindu Budha di Indonesia terjadi karena peran aktif masyarakat Indonesia. Pengenalan Hindu Budha pertama kali dibawa oleh orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada segelintir orang, hingga pada akhirnya orang tersebut tertarik untuk mempelajari kedua agama ini secara langsung dari negeri asalnya, India. Mereka menimba ilmu disana dan sekembalinya ke Indonesia, mereka kemudian mengajarkan yang diperolehnya pada masyarakat lainnya.

5. Teori Sudra oleh van Faber
Teori Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang bermigrasi ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka pada masyarakat pribumi hingga kepercayaan yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi Hindu dan Budha.

Itulah berberapa teori masuknya agama hindu budha di nusantara. Saya kurang tahu pasti mana teori yang paling bisa dibuktikan karena semua teori di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Mungkin sekian dari saya semoga bermanfaat!!!